Masa Orientasi di University of Life (Part I)

Standard

“Happy graduation! Welcome to University of Life..”

Kalimat diatas adalah yang sering terucap oleh setiap orang yang memberi selamat kepada teman/rekan, keluarga, atau pasangannya yang baru lulus kuliah. Inilah yang belum lama terjadi pada saya. Setelah lulus perkuliahan di BSI Sukabumi, kini saya mahasiswi baru di University of Life, jurusan Psikologi Pengembangan Diri. (eh, ada ga sih jurusan macam itu? Ngaco banget ya?)

Enam bulan sudah saya di “ospek” di Jakarta. September 2012 lalu, saya di terima kerja di sebuah perusahaan perkreditan kendaraan roda empat (atau lebih) (I’ve posted about it before).  Berkantor di Jl. Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama − atau sering disebut di sekitar Pondok Indah, posisi jabatan sebagai Admin Collection. Jobdesk-nya yang banyak dan ini pengalaman pertama saya bekerja, saya sering kewalahan.

Daily activities: Pagi-pagi sebelum jam 10.00 WIB, cetak Surat Peringatan untuk konsumen yang belum membayar angsuran dengan 3 tipe surat, yaitu 1) Surat Pemberitahuan untuk para konsumen yang memiliki keterlambatan bayar selama 3 hari. 2) Surat Peringatan untuk yang terlambat 7 hari. Dan 3) Somasi untuk keterlambatan bayar 14 hari. (FYI, perusahaan menggunakan sistem Confins untuk mempermudah pekerjaan karyawannya). Lalu selanjutnya cetak Surat Tugas (ST) atau Surat Kuasa (SK) untuk wewenang perusahaan menarik kembali unitnya dari konsumen jika konsumen tidak juga membayar angsurannya. ST ini berlaku untuk dicetak ketika konsumen memiliki keterlambatan bayar 21-60 hari dan SK ≥ 61 hari.

SP1, SP2, SP3, ST hingga SK ini saya kasih untuk para debt collector. Ya, pasti kalian berfikir bahwa mereka menyeramkan. But, it isn’t always like that. Once again, NO. Mereka memang menyeramkan ketika mereka harus menghadapi konsumen yang arogan, keras kepala, atau bahkan ada juga konsumen yang udah marah-marah – padahal kolektor belum ngomong apa-apa. Sometimes, I heard they’re say: an**ng, t*i, dan kata-kata kasar lainnya ke konsumen lewat telepon. Telinga dan hati saya sering mendadak panas kalo denger mereka bentak-bentak di ruangan kantor. But, the other side, they are funny and friendly. Dibalik wajah-wajah seremnya, mereka bisa amat sangat menghargai perempuan. Oh, also if one of their got an incentive, he will give me a bit of money. Ya lumayan lah ya, Rp 50.000 juga. Haha.

Monthly activities: Ini yang selalu membuat saya pusing, akhir dan awal bulan. Saya harus menghitung Flowdown, Overdue, Insentif, Kunjungan harian, sampe ngitung pengeluaran bulanan! (okay, yang terakhir itu pribadi). Judulnya juga Admin Collection, jadi apa yang saya kerjakan ya untuk kelancaran para kolektor tersebut bekerja.

Randomly activities: Ketika kolektor berhasil menarik unit atau konsumen bayar angsuran plus biaya kolektor (jika ST/SK tercetak, maka konsumen wajib membayar Rp 1.500.000, selain membayar angsuran, dan unit tidak ditarik) saya harus membuat pengajuan IOM (Inter Office Memorandum) Pergantian Biaya Perjalanan ke kantor pusat.

Selama saya bekerja disana, so far so good. Alhamdulillah, rekan-rekan kerja di kantor friendly semua. Ngga ada tuh yang namanya istilah saling sikut blablabla, as people always said about work-life. That was fun, biarpun masih dalam tahap belajar – yang sering banyak salahnya. Hehe. Belum lagi lokasi kantor yang strategis. Maaann.. Pondok Indah. Who’s don’t know about Pondok Indah Mall? Or Gandaria City, maybe? Kantor saya terletak di tengah-tengah kedua mall tersebut. Then, sebagai anak (sok) gaul baru Jakarta, saya suka iseng-iseng pergi ke dua tempat tersebut. The odious moment is I always lost in their. Seketika lirik “…aku tersesat dan tahu arah jalan pulang…” dari lagu Butiran Debu pop up in my head. Entahlah, harus berapa kali saya nyasar di mall-mall di Jakarta, padahal udah berkali-kali dateng ke tempat itu dan itu masih berlangsung sampe sekarang. Sigh.

Sisi negatif selama di Jakarta adalah, lokasi dari rumah (saya tinggal dirumah sepupu saya) ke kantor. Okay, basically Ciledug – Pondok Indah are not too far. Cuma, yaa tau lah, Jakarta. Peraturan masuk kantor jam 8.30 WIB, saya berangkat dari rumah jam 6!! FYI, saya paling susah bangun pagi. Susah. Banget. Dari situ saya khawatir; emang bisa?

Jam 4 atau 4.30 lah saya berusaha udah bangun. Siap-siap ini itu walau sebenarnya mimpinya masih seru buat dilanjutin. Iya, ngantuk banget. Gimana ngga, saya sampe rumah dari kantor jam 7-an. Bubar kantor jam 5 sore. Sesampai dirumah, langsung mandi, makan dan tidur paling telat jam 10. Malah, di hari-hari tertentu harus nyuci. Kerasa banget perubahannya: TOTAL. Saya tinggal di Sukabumi santai sesantai-santainya. Acara jam 9, setengah jam sebelum acara juga keburu berangkatnya meskipun lokasi cukup jauh. Di Jakarta, jangan harap. Kebiasaan leyeh-leyeh – yang cenderung pada malas pun udah ga bisa. Siklus kehidupan saya berubah, dari bangun – makan – kuliah – leyeh-leyeh – makan – internetan – tidur – makan – internetan – tidur, berubah jadi bangun – makan – kerja – makan – tidur. “Gilaaa.. 24 jam – 7 hari ga cukup!”, that’s what my mind always said.

Hampir 2 bulan bekerja, akhirnya saya memutuskan untuk nge-kost di sekitar lokasi kantor. Kost yang akan saya tempati saat itu kebetulan ada rekan kerja juga. Singkat cerita, 25 November 2012, pindah lah saya ke kostan. Suasana baru dan penyesuaian diri lagi. Terutama manage keuangan dan kedisiplinan waktu yang diperketat karna ga ada yg bisa diandalkan untuk kedua itu.

I really enjoyed live at there. Lebih “bebas” karna ga ada yang merasa direpotkan. Dan ketika itu, saya juga sedang mempersiapkan segala persiapan untuk hari wisuda, yang akan dilaksanakan satu minggu setelah saya pindah ke kost, yaitu 1 Desember 2012.

Jadi, saya bekerja di Jakarta belum resmi sebagai fresh graduate, baru selesai sidang Tugas Akhir, lalu lebaran, lalu kerja. Dan setelah hari wisuda, semuanya mendadak berubah.

To be continue…

 

(okay, this is long enough. I will continue my story soon. See you!)

 

– Annisa Cynthia P.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s