God has an answer in an unexpected time.

Standard

Sebuah keajaiban yang tak diduga sebelumnya. Tuhan menjawab pertanyaan saya dengan begitu cepat.

Masih ingat dengan posting blog saya sebelumnya? Ya, tentang 19 April 2010. Dalam tulisan itu saya menyebutkan bahwa saya sudah lelah dengan apa yang telah saya alami selama ini. Saya ingin melakukan sesuatu yang membuat saya tetap melanjutkan atau berhenti sampai disini.

Keesokan harinya setelah peristiwa 19 April, ketika saya sedang mengkoneksikan data di ponsel saya ke netbook. Maksud hati hanya ingin memindahkan satu file saja, tapi herannya kenapa data yang saya pindahkan ini amat sangat lama waktu-pindahnya. Ternyata tanpa saya sadari saya meng-cut seluruh data dari memory eksternal ponsel ke flashdisk. Karena terpikir itu hanya copy-paste saja, akhirnya saya menghapus seluruh file yang tidak-dimaksudkan-untuk-dipindahkan. Well done. Beberapa menit kemudian, saya baru sadar dengan apa yang baru saya lakukan. Secara otomatis, data di ponsel saya hilang TOTAL dan tak berbekas! Panik, sepanik-paniknya. Yang pertama saya ingat adalah, chat history saya dengan F di messenger. Oh, God!!

Hari kedua setelah 19 April, sore, kami masih sempat ada kontak. Ngobrol santai, becanda, dan sharing lainnya. The surprise thing is came when I’m gonna go sleep. F menulis sesuatu dalam salah satu akun social media nya. And that was make me think that was over.

Keputusan untuk berhenti kali ini benar-benar bulat. Sampai suatu ketika, H+5 saya harus mengumumkan sesuatu dan F pun mau tidak mau saya libatkan. Lalu berlanjutlah obrolan kesana-kemari. Dan diujung percakapan kami, dia memberikan satu perhatian yang manis. Iya, manis sekali. Tapi entahlah, saya justru il-feel dengan kalimat itu. Semoga ini efek dari keputusan tersebut.

Lebih mengejutkan lagi, saat saya menceritakan tentang kalimat itu pada sahabat saya, secara frontal sahabat saya menceritakan yang sebelumnya tak pernah terpikir oleh saya tentang F. Kecewa, sangat kecewa. Dan mungkin memang ini sudah waktunya saya untuk tahu itu.

Saya salut dengan sahabat saya yang satu ini, dia mau menceritakan yang sebenarnya terjadi. Dan beberapa kejadian sejak H+1 itu sepertinya pertanda bahwa saya harus berhenti sampai disini. That’s enough to stop loving you. Thank you for coming to my life. And thank, God, I found the good in goodbye. See you in another life, F. :)

 

Regards,

Annisa Cynthia P.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s