19 April 2010

Standard

Saya bertemu seseorang (sebut saja F) yang mengingatkan saya pada seseorang (lagi) di masa lampau. Beliau, si F ini, lumayan mirip dengan si ‘masa-lampau’ tersebut. Sering saya merasa terheran-heran jika saya bertemu si F. Yang sering terucap di hati adalah, “kok bisa mirip gitu ya?”.

Sekitar lebih dari 1 semester saya sering bertemu F. And FYI, we’re never to say “hello” as long as we met. Gak kenal aja gitu, padahal hampir tiap hari ketemu.

One day in a one place, akhirnya terlontarlah satu kata itu dari F. Then, we talked about what we did together at that moment. Sampai diujung pembicaraan, F meminta nomor ponsel saya.

What did I feel at that moment? I was feel so……. Happy! Gimana nggak, F ini sudah sering buat saya terdiam karena mirip si ‘masa-lampau’ itu. Karna kemiripannya itulah yang membuat saya “ada rasa yang tak biasa” (kemudian nyanyi :p).

And the story begins…

19 April 2010, untuk pertama kalinya F sms saya. That day I was very remember because there’s something that make me pissed off. Lalu dia muncul dengan sms say hello yang membuat saya tersenyum. Sms berlanjut hari demi hari, even when we meet pun mulai akrab. Teman-teman terdekat saya dan F pun mulai ‘mencurigai’ kedekatan kami.

Ya, kedekatan kami ini memang bukan sekedar menjadi teman tapi ada ‘tujuan’ lain. Pada saat itu, saya sering merasa tidak yakin dengan perasaan sendiri dan bertanya pada diri saya sendiri, “Are you sure that you love him?” I often think that I feel it because he’s look like ‘si-masa-lampau’.

And on my 18th birthday (it’s not The One That Got Away song, it’s real. Hehe), F being the first person who say Happy Birthday in the midnight. How pleasant he is. Mulai hari itu saya mulai berpikir, he’s not him, he’s F and different!

Time flies, contact kami mulai berkurang. Bahkan sudah hilang. Entah apa penyebabnya. Ketika dia ulangtahun pun, saya seperti bukan sesuatu yang spesial di mata nya.

2011 coming, bulan kedua… I’ve got a news and make me hurt. There’s a song to desribe my feel at the moment.

Kekasih, apakah yang terjadi? Gundah tak juga reda. Hati teriris luka. Mengapa kau hancurkan semua? Saat begitu dalam aku jatuh padamu. Kemana penantianku kini? Setelah kita pernah mmintal satu hati. Hilang secepat ini. Saat aku mulai merasa. Dan kau pergi… Saat ku yakini cintamu, saat ku percaya dirimu satu-satunya untukku — courtesy of Numata with Dan Kau Pergi taken from the album 3=1.

F menghilang dan dikabarkan telah bersama orang lain. Yang lebih mengejutkan adalah ‘orang lain’ ini masih terbilang dekat dengan sekitar saya dan saya kenal baik. But I don’t want to know who she is. Alasan terkuat saat itu adalah karena ‘she’ tidak pernah tahu kedekatan saya dengan F selama ini. Just let them be. Saya tidak ingin merusak hubungan mereka. Sakit? Gak usah ditanya. Akan lebih sakit lagi jika saya menggangu hubungan mereka.

Selama mereka bersama, saya tak pernah tahu siapa orangnya. Karena mereka tak pernah terlihat bersama atau ada ‘gelagat mencurigakan’ diantara mereka. Aneh memang. Namanya manusia, biar janji ‘gak mau tahu’ tapi rasa penasaran tak pernah hilang. Sering saya menebak-nebak sendiri “who is she?”. Ah, sudahlah.

Jika tak salah hitung, kurang lebih 2-3 bulan berlalu setelah tragedi itu, mereka ‘udahan’. Guess what I feel? Haha.. One, “why?”. Two, “yes! Finally he’s single. Wkwk :p”. Tapi yang paling membuat saya penasaran adalah yang pertama: kenapa, kenapa, dan kenapa? Setelah diceritakan teman saya…

Oh, God! Why is her friend told her that I and F ever close? Agak menyebalkan dan pengen jitak sama orang yang kasih tahu itu. Secara tidak langsung, saya jadi ‘terlibat’ dalam hubungan mereka. Lebih parahnya lagi, saya sempat mendengar bahwa mereka putus karena ‘she’ merasa ‘tidak enak’ dengan saya. Ooh, shit. It was no good reason, dear. Huhu.. Jika memang saya mengganggu hubungan mereka, saya tidak akan marah ketika saya dijadikan alasan untuk itu. Tapi ini….??

16 Juni 2011, ulang tahun saya (lagi). Untuk pertama kalinya F berani nanya saya lagi dan sore-nya dia sms saya mengucapkan ulang tahun. Dari sini lah, contact kami mulai membaik lagi. Janji awal saya adalah kami hanya teman, tak ada tujuan apapun setelah hubungan kami membaik ini.

Tapi hati yang tak pernah bisa berbohong, berbulan-bulan lamanya kedekatan kami seperti saat awal kami memulai semuanya. Perempuan mana yang tak mengharapkan kembali saat semuanya seperti itu? Mencoba memperbaiki segalanya dan tak mengulangi kesalahan untuk kedua kali nya.

Hari ini tepat 2 tahun semuanya terjadi. Sangat kebetulan sekali, ada hal yang lumayan manis dihari ini dengannya. Tapi (masih) hingga saat ini, kami belum pernah ada satu ikatan yang pasti. Saya tidak tahu sampai kapan saya akan mengharapkan ini lalu berhenti. Haruskah saya seperti masa lalu yang tak pernah berhenti memikirkan seseorang hingga saya bertemu dengan yang baru yang memakan waktu amat sangat lama? I’m not easy-to-fall-in-love people, anyway. So, what should I do? Honestly, I’m tired being like this.

Sekian.

Ooh… I still felt like a teenager,  padahal Juni ini mau 20th. Come on, grow up, Cha!!

Thanks for read.

Regard, Annisa (@asthiara).

– April 19th, 2012 –

Note:

  • After you read this, please you listen to Runaway by Bruno Mars and One And Only by Adele. That’s what I feel today. Hehe :)
  • If you [F] read this, I’m not hope you can tell something to me, I just want you to know what I feel and you do understand. This love. :)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s